Koneksi di Otak Bekerja Dalam Stres?

Sumbu HPA dan sistem lokus coeruleus dihubungkan melalui hipotalamus dan area otak yang dikenal sebagai sistem limbik. Sistem limbik adalah area kontrol untuk emosi dan area pemrosesan untuk ingatan. Keterkaitan ini sangat penting. Sebagai contoh, jika Anda melihat gemerisik semak-semak, locus coeruleus Anda segera mendapat respon stres yang bergulir.
Namun, ketika Anda melihat bahwa itu bukan singa gunung tetapi golden retriever di semak-semak, ingatan Anda tentang kelezatan anjing akan mematikan respons stres. Demikian pula, jika seseorang gugup sebelum keterlibatan berbicara publik dan menit pertama atau kedua berjalan dengan baik, perasaan bahagia ini akan mengecilkan aktivitas lokus coeruleus.
Penyesuaian internal ini adalah mengapa pembicara publik yang berpengalaman sering memulai dengan sebuah lelucon. Itu sama saja dengan menenangkan diri (jika lelucon berjalan dengan baik) seperti untuk menghibur Anda.
Koneksi juga termasuk sistem opium (opium-like) endogen (dalam tubuh) dan sistem penghargaan (dopamin). Dengan demikian, selama stres, rasa sakit berkurang dan perasaan yang sangat bahagia (euforia) dapat terjadi. Koneksi ini secara parsial memperhitungkan "pelari yang tinggi" dan memiliki banyak hal yang berkaitan dengan mengapa kita suka roller coaster dan film horor.
Begini cara kerja koneksi. Sistem limbik melakukan analisis emosional dan tinjauan memori dari informasi yang diberikan oleh indra. Kemudian, banyaknya koneksi memungkinkan kita untuk menentukan apakah tekanan saat ini

    
yang telah dikuasai di masa lalu dan berhasil diadaptasi,
    
bukan ancaman sama sekali, atau
    
bahaya yang jelas dan hadir.
Semua aktivitas internal ini harus terjadi dalam milidetik, dan memang demikian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar