Sebagai
salah satu contoh stres yang berkaitan dengan transisi kehidupan,
tahun-tahun remaja sering membawa peningkatan stres yang dirasakan
sebagai orang dewasa muda belajar untuk mengatasi tuntutan dan tekanan
yang semakin meningkat seiring dengan perubahan dalam tubuh mereka.
Penelitian
telah menunjukkan bahwa stres yang berlebihan selama masa remaja dapat
berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental di kemudian hari. Sebagai contoh, stres remaja merupakan faktor risiko untuk
perkembangan depresi remaja, kondisi serius yang membawa peningkatan
risiko bunuh diri.
Untungnya, strategi manajemen stres yang efektif dapat mengurangi efek buruk stres. Kehadiran
jaringan dukungan sosial yang utuh, kuat dan mendukung di antara
teman-teman, keluarga, pendidikan dan agama atau afiliasi kelompok
lainnya dapat membantu mengurangi pengalaman subjektif stres selama masa
remaja.
Pengakuan
masalah dan membantu remaja mengembangkan keterampilan manajemen stres
juga bisa menjadi langkah pencegahan yang berharga. Dalam
kasus yang parah, dokter atau profesional perawatan kesehatan lainnya
dapat merekomendasikan konseling atau perawatan lain yang dapat
mengurangi risiko stres remaja jangka panjang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar